Semua Sudah Diatur, Tak Ada yang Kebetulan!

Semua Sudah Diatur, Tak Ada yang Kebetulan!

Dika Mustika
17 Jan 2018
Dibaca : 21422x

Pernahkah kalian berpikir atau mengalami sesuatu yang kebetulan? Seperti memakai baju yang sewarna dengan sahabatmu, bertemu dengan teman lama di salah satu pusat perbelanjaan,  mendapatkan hadiah voucher ojeg online ketika deposit sedang kosong, dan kebetulan-kebetulan lainnya. Kalau tadi rasanya kebetulan yang dirasa positif alias menyenangkan. Pernah juga kah kalian merasakan kebetulan seperti, saku bolong lalu lembaran uang terakhir kita kemudian meluncur lewat saku bolong tersebut, terkunci di kamar mandi kampus dan sedang tidak membawa hp, bertemu dengan mantan di kawinannya temannya teman, tiba-tiba keseleo ketika besoknya akan travelling ke gunung, juga beragam kebetulan lainnya.

 

Apakah itu kebetulan? Apakah itu di luar rencana Allah ketika kita berpapasan dengan seseorang di lampu perempatan misalnya? Ada 365 hari dalam satu tahun, ada 84.600 detik dalam setiap hari. Mengapa hari itu dan detik itu yang Allah takdirkan ada sebuah pertemuan di sebuah tempat dengan seseorang. Bukan tanpa maksud Dia rancangkan detik demi detik episode dalam hidup kita. Dia sudah mengatur siapa saja orang-orang yang ada di sekitar kita, di mana saja kita akan tinggal, bagaimana bagian-bagian episode hidup kita, dan tentu saja bagaimana tipe kepribadian kita. Timing Allah tak ada yang meleset, semua telah disesuaikan dengan kondisi kita. Tak ada kata terlambat, tak ada kata terlalu cepat, semua terjadi pada timing yang pas.

 

Kalau semua itu bukan kebetulan, lantas untuk apa semua itu disusun oleh Nya? Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, ada yang ke kanan, ke kiri, ke samping, ke atas, ke bawah, dan berbagai arah lainnya. Namun, sebenarnya semua akan bermuara ke arah yang sama. Menuju pada Nya. Hal-hal yang mungkin kita pikir sebagai kebenaran itu lah tadi yang akan mengarahkan kita agar kita berpikir.

Seperti yang terdapat dalam QS Ali Imran ayat 13:

“Sesungguhnya telah ada tanda (dan pelajaran) bagimu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali lipat jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”

Manusia tentunya mengalami banyak peristiwa hidup. Ada kalanya peritiwa hidup kita membuat senang, sedih, takut, kecewa, kaget, takjub, dan berjuta rasa lainnya. Dari berjuta rasa tersebut tentu ada makna yang kita pelajari di baliknya. Allah menciptakan senang untuk mengingatkan kita akan berbagi kebahagiaan, Allah menciptakan sedih, agar kita lebih dekat lagi pada Nya. Karena ketika sedih, manusia memiliki kecenderungan untuk berkeluh-kesah. Berkeluh kesahlah pada Nya. Dekatilah Dia agar kita mendapatkan jalan keluar dari kesedihan kita. Setiap rasa menyimpan makna. Pekalah atas makna-makna rasa dalam hidup ini. Pekalah atas setiap peristiwa yang kita pikir sebagai kebetulan. Tak ada kebetulan, karena dari setiap peristiwa terkandung makna. Makna yang Allah harap kita bisa ambil agar kita bisa semakin dekat pada Nya.

 

Dia maha pengatur, seperti yang terdapat dalam QS Al Baqoroh ayat 216:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Berbahagialan dalam menjalani hidup ini, ringankan pikiran, bersiaplah hadapi berbagai episode ini dan yang lebih penting percayalah perspektif-Nya. Dia lah penulis naskah terbaik dalam hidup ini.   

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved